Category: Serba Serbi

Berlomba Dalam Kebaikan

Berlomba-lomba dalam kebaikan atau dalam bahasa Arab disebut Fastabiqul khairat merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Amalan inilah yang akan memberatkan timbangan kebaikan kelak di akhirat.
Fastabiqul khairat termasuk salah satu ciri dari orang yang beriman. Dikutip dari buku Sunah-sunah Kecil Berpahala Besar oleh Muhammad Safrodin, orang-orang yang beriman terbagi ke dalam tiga golongan, yaitu golongan orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, orang yang sedang (muqtasidun), dan orang yang menganiaya diri sendiri (zhalimu linafsihi).

Perintah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 148. Allah SWT berfirman:

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ – ١٤٨

Artinya: “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Al Baqarah: 148)

Dari Hobi Pramuka, Kini Relawan

“Serial Kisah Relawan”

Salah satu kegemaranku ketika duduk di bangku SMP adalah kegiatan ekstra kurikuler Pramuka. Ketika zamanku dulu tahun 80-an aktif di kegiatan Pramuka sungguh mengasikkan, selain banyak teman juga melatih kita menjadi mandiri dan cepat dewasa.

Dalam setiap latihan yang diadakan setiap Sabtu sore, biasanya dimulai jam 14.00 siang hingga jam 17.00 sore berbagai macam keterampilan diajarkan oleh kakak pembina. Oh iya, kebetulan kakak pembina ku adalah seorang perempuan yang sudah tingkat Pandega (usia setelah SMA) biasanya, aku masih ingat namanya kakak Sabariah, orangnya baik murah senyum sehingga kami senang dibina olehnya.

Tali temali adalah menu wajib setiap kali latihan. Berbagai macam simpul diajarkan oleh kakak pembina. Simpul mati, simpul hidup, simpul anyam dan simpul kambing beberapa jenis simpul yang masih aku ingat. Ada lagi yang cukup menarik ketika Pramuka itu adalah adanya tingkatan yang harus kita capai agar nantinya memenuhi persyaratan untuk dapat mengikuti Jambore tingkat sekolah, daerah , provinsi maupun tingkat nasional.

Untuk tingkat SMP dinamakan tingkat Penggalang, ada Penggalang Ramu, Penggalang Rakit dan Penggalang Terap. Setiap tingkat ada pangkatnya dimulai ramu 1 pangkat, rakit 2 pangkat dan terap 3 pangkat. Aku masih ingat ketika itu hanya sampai tingkat Penggalang Rakit. Dengan 2 pangkat kehormatan yang aku dapat itu sudah sangat senang.

Untuk mendapatkan kenaikan tingkat kita harus lulus ujian yang diadakan setiap bulan. Biasanya dilakukan bersamaan dengan Persami (perkemahan sabtu minggu) atau perjusami (perkemahan jum’at sabtu minggu). Sesi ini yang paling kami tunggu biasanya, perkemahan dilakukan di hutan yang tidak jauh dari kota kami tinggal.

Hobi Camping

Waktu usia SMP aku dan teman-teman juga senang melakukan camping diluar perkemahan yang kami ikuti di Pramuka. Setiap ada kesempatan sabtu minggu selalu kami agendakan camping di dalam hutan. Kebetulan di daerah kami tinggal salah satu kota di Sumatera ini banyak hutan untuk lokasi camping kami.

Hobi camping ini terus berlanjut hingga regu aku dan teman-teman yang sama regu denganku mencapai camping di puncak gunung Kerinci. Inilah kebanggaan tersendiri bagi regu kami. Menyatu dengan alam , senang berada dialam terbuka akhirnya menjadi salah satu hobiku hingga kini.

Menjadi Relawan

Kebiasaan camping dan aktif di kegiatan Pramuka mengantarku menjadi seorang relawan bencana.

Open chat
Hallo 👋
Ada yang bisa kami bantu? 🙂